Print This Post AddThis Social Bookmark Button  Email This Post

Kilas Balik

April 1st, 2008 by admin

AMANJIWO, KILAS BALIK HAMPIR SEMUA MAJALAH TRAVEL DARI PEKING SAMPAI PARIS TELAH MEMUAT ARTIKEL MENGENAI AMANJIWO DALAM SEPULUH TAHUN TERAKHIR. PARA EDITOR MEMAPARKAN KEUNIKAN LOKASINYA YANG SANGAT ROMANTIS DITENGAH ALAM PEDESAAN DAN SAWAH HIJAU DENGAN PEMANDANGAN LANGSUNG MENGHADAP CANDI BOROBUDUR, CANDI TERBESAR DI DUNIA BAGI UMAT BUDHA. SEPULUH TAHUN TELAH BERJALAN, APAKAH AMANJIWO MASIH TETAP TAMPIL BERKESAN? MICHAEL KEATING AKAN MEMAPARKAN SEMUANYA UNTUK ANDA

Setibanya di Amanjiwo, kepenatan anda hilang seketika. Suasana di tempat ini sangat menenangkan, mulai dari desain yang menyerupai candi Borobudur sampai pilihan batu, aroma serta gamelan Jawa yang terletak tepat di bawah kubah tengah. Ini seiring dengan kata Amanjiwo yang berarti jiwa yang damai.

Resort ini terletak pada suatu amphitheatre alami dengan latar belakang Bukit Menoreh, Lembah Kedu di bagian depan dan empat gunung berapi yaitu Sumbing, Sundoro, Merbabu serta Merapi di sekelilingnya. Bangunan utama hanya memiliki 36 suite sehingga suasana terasa tenang dan nyaman. Suite yang saya tempati memiliki atap kubah yang tinggi dengan kamar mandi pria dan wanita yang terpisah, dan pintu kaca dorong menuju taman pribadi, dimana sebuah kamar mandi luar dan ruang untuk bersantai serta setumpuk bantal tersedia lengkap dengan pemandangan sawah yang hijau. Pemandangan yang ada begitu mengagumkan sehingga setiap kamar memiliki satu set cat air yang dapat digunakan untuk melukis.

Setiap kamar memiliki fasilitas hi-fi, namun dengan hanya satu CD musik setempat dan tanpa adanya saluran TV, anda dapat memilih menonton film sehabis makan malam mengingat sedikitnya kegiatan yang ada. Dengan lokasi yang jauh dari keramaian, hotel ini bukanlah tempat yang tepat bagi pasangan untuk bertengkar. Jangan berharap menemukan restoran di sekitar hotel. Namun hotel menyediakan makanan Indonesia dan Barat yang dihidangkan di ruang makan terbuka dengan desain langit-langit perak yang modern. Pastikan anda mencoba menu “Makan Malam” yang terdiri dari 7 jenis makanan lezat. Apabila anda memiliki permintaan khusus, koki Felipe Lencastre dari Portugis akan memenuhinya. Meskipun sedikit lambat, para pelayan selalu terlihat ramah, tulus dan penuh senyuman.

Salah satu alasan orang memilih menginap di Amanjiwo adalah kesempatan mengunjungi candi Borobudur pada jam 4 pagi. Hotel ini memiliki jalan khusus menuju candi yang memungkinkan para tamu hotel untuk mendaki puncak candi dan menyaksikan matahari terbit tanpa penuh sesak pengunjung. Berdiri di pagi hari menyaksikan stupa candi Borobudur yang didirikan pada abad ke-8 memiliki nilai mistis yang menyentuh sampai ke sanubari hati. Dari sini, diantara kabut pagi, anda dapat melihat daerah perkampungan sekitar hotel. Anda bahkan dapat mengunjunginya dengan mengendarai gajah.

Untuk mengisi waktu, anda dapat melakukan kegiatan seperti menyusuri hutan, mengikuti kelas memasak, bersepeda, mengunjungi perpustakaan hotel, belajar melukis arang dengan seniman setempat atau mengunjungi pasar setempat serta kota Jogjakarta. Bagi saya, Amanjiwo adalah tempat untuk menjauhkan diri dari kesibukan serta mencari ketenangan dan kedamaian. Anda dapat menghabiskan waktu berhari-hari tanpa bertemu dengan banyak tamu. Meskipun tidak ada spa, tersedia layanan pijat di kamar, dan kolam renang yang sangat indah yang dikelilingi oleh pohon banyan dan sawah hijau.

Sepuluh tahun telah berlalu, apakah hotel ini masih dapat bersaing dengan saingansaingan baru seperti Four Seasons? Tentu saja, walaupun gaya manajemen masih tergolong santai. Pada hari kedua, general manager hotel yang berasal dari Australia dan bergaya santai, Sean, menyapa saya dengan panggilan “mate” serta ikut minum bersama. Istrinya yang berasal dari Inggris berteriak “hello” sambil membawa anjingnya berjalan di taman. Satu yang pasti, suasana yang akrab ini tidak akan terjadi bila anda menginap di Four Seasons.

Tarif mulai dari US$650 per malam
tel +62 293 788333 www.amanresorts.com

This entry was posted on Tuesday, April 1st, 2008 at 4:11 pm and is filed under Arrivals(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply