Menuju Arah Yang Baru
July 1st, 2008 by admin
STEERING A NEW COURSE
MENUJU ARAH YANG BARU SEBAGAI CEO MANDALA AIRLINES, WARWICK BRADY YANG BERASAL DARI AFRIKA SELATAN TELAH MENIKMATI PEMANDANGAN UNIK DARI TRANSFORMASI MASKAPAI INI. BERIKUT PERBINCANGANNYA DENGAN EDITOR MAJALAH MANDALA LUKE CLARK
Bagaimanakah pengalaman Anda bersama Mandala Airlines sejauh ini?
Sebuah kisah tentang perubah yang amat baik. Dari sudut pandang operasional, Mandala memiliki landasan yang baik untuk mengubah operasinya sehingga bisa diandalkan dan tepat waktu. Namun kami juga harus mengubah seluruh sisi komersial dari bisnis kami, dan memastikan bahwa setiap orang tahu siapa Mandala kini sebenarnya. Kami telah banyak melakukan berbagai iklan, promosi dan komunikasi. Hal itu menjadi tantangan tersendiri. Namun sejauh ini apa yang kami alami sangat positif.
Apa arti ‘Mandala yang Baru’ bagi Anda?
Kami menyebutnya Mandala yang Baru karena sekarang kita memiliki investor baru, pesawat baru dan manajemen yang juga baru. Ada pula beberapa rute dan sistem reservasi yang baru serta sebuah merek yang baru. Mandala yang Baru terwujud sekitar bulan November atau Desember 2007. Butuh waktu enam bulan untuk mempersiapkan semuanya. Kita juga mempunyai pesawat-pesawat yang baru untuk meremajakan armada kami. Tahun 2007 adalah tahun perubahan operasional, dan tahun 2008 adalah tahun perubahan bisnis secara komersial. Saat ini kami fokus pada komunikasi, jaringan dan branding.
Apa tantangan berikutnya?
Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa orang tidak hanya mengenal Mandala, tapi juga mengetahui bahwa Mandala telah berubah. Kami mencoba untuk membuat orang mengerti bahwa Mandala telah berubah menjadi sebuah perusahaan dengan struktur yang sepenuhnya baru. Itulah tujuan utama kami dalam enam bulan ke depan.
Apakah Anda pernah mempertimbangkan untuk meluncurkan merek yang benarbenar baru?
Kami melihat kemungkinan itu dan telah telah melakukan banyak riset. Namun nama Mandala sudah sangat terkenal di seluruh Indonesia, dan memiliki ekuitas merek yang sangat kuat. Kami tidak ingin kehilangan ekuitas ini dari masyarakat dengan mengganti namanya. Sebagai gantinya, kami memperbarui mereknya.
Apakah benar Anda CEO asing pertama dari sebuah perusahaan penerbangan di Indonesia? Bagaimana perasaan Anda?
Benar, saya adalah CEO asing pertama di maskapai penerbangan Indonesia. Mandala juga merupakan maskapai Indonesia pertama yang memiliki investor asing. Seluruh tim manajemen operasional kami terdiri dari ekspatriat atau manajer asing, sementara tim komersialnya terdiri dari orang Asia dan Indonesia. Kami sadar akan hal tersebut, namun pemerintah sangat mendukung Mandala. Menyesuaikan diri sebagai seorang CEO asing ternyata lebih mudah dari yang saya perkirakan.
Apakah pengalaman Anda menjalankan perusahaan penerbangan asing bermanfaat?
Ya, terutama dalam hal pelarangan terbang dari Uni Eropa (EU) atas perusahaan penerbangan Indonesia. Saya pernah bekerja di Uni Eropa dan berurusan dengan pembuat peraturan EU. Sebagai sebuah perusahaan Indonesia, Mandala menjadi tolok ukur yang baik untuk berkata kepada EU, mengapa setiap perusahaan penerbangan terkena larangan? Mandala memiliki manajemen internasional, sebagian besar dari EU, kita memiliki pesawat EU dan telah berinvestasi dalam sistem keselamatan yang dijalankan di EU.
Jadi Anda merasa bahwa pelarangan itu harus dilihat kasus per kasus dan bukannya pelarangan sepenuhnya?
Kami sangat yakin bahwa mereka telah membuat kesalahan. Mereka seharusnya melakukan pelarangan selektif, bukan pelarangan sepenuhnya. Secara statistik, tidak semua 51 perusahaan penerbangan yang ada itu jelek. Dari sudut pandang EU, saya rasa hal itu merupakan sebuah kesalahan.
This entry was posted on Tuesday, July 1st, 2008 at 12:00 am and is filed under Mandala News(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



