Print This Post AddThis Social Bookmark Button  Email This Post

Tiga Hari, Dua Malam: Balikpapan

July 1st, 2008 by admin

3 HARI DAN 2 MALAM DI BALIKPAPAN BAGI MEREKA YANG MEMILIKI JIWA PETUALANGAN, BALIKPAPAN MERUPAKAN TEMPAT BERAKHIR PEKAN YANG TEPAT. LESTER LEDESMA MEMBAWA ANDA KE SANA

DAY ONE

Balikpapan memiliki sesuatu yang lebih dari sekedar sebuah kota pengilangan minyak, banyak hal yang bisa ditemui hanya dengan sedikit melangkahkan kaki. Dari bandara kita bisa menyusuri jalanan kotanya yang bersih menuju ke pelabuhan di mana kita bisa menemukan sebuah hutan lindung yang (ironisnya) berada tak jauh dari lokasi beberapa tangki penampukan minyak berukuran raksasa. Setelah itu, bergeraklah ke utara menuju ke Samarinda (kota terdekat yang berjarak 115 km) di mana berbagai petualangan telah menunggu.

Ada dua tempat yang tak boleh dilewatkan dalam perjalanan ke sana. Yang pertama MANDALA JULY-SEPT’08 CW608-80 / 4225 adalah Pusat Penelitian dan Konservasi Beruang Madu (Helarctos malayanus). Binatang yang menjadi lambang resmi kota Balikpapan ini dapat kita saksikan di habitat hutan lindung aslinya. Untuk melihat para beruang tersebut dari dekat, datanglah pukul 9 pagi , saat dimana mereka sedang diberi makan dan saat di mana binatang berbulu ini paling aktif bergerak. Untuk bersantap siang, Anda bisa berhenti di Tahu Sumedang untuk menikmati sepiring ayam goreng lezat yang dibungkus lapisan renyah remah roti bercampur bawang bombay sebelum melanjutkan perjalanan mengunjungi keindahan Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai.

Berbagai tumbuh-tumbuhan yang sangat terawat dengan baik menjadikan kawasan wisata alam ini sebagai tempat yang cocok untuk melakukan berbagai macam penelitian bagi para siswa yang mendalami bidang kehutanan. Namun yang paling menarik dari tempat ini adalah kesempatan untuk berjalan-jalan di atas sebuah jembatan gantung yang melewati kanopi pepohonan yang terletak di puncak bukit. Setelah sedikit berjalan mendaki melewati jalan setapak yang melewati rimbunnya pepohonan, kita akan sampai di tempat di mana beberapa jembatan yang terbuat dari kayu dan tali tergantung 30 meter di atas tanah. Walaupun bukan tempat yang begitu tepat bagi mereka yang takut dengan ketinggian, Anda yang punya sedikit keberanian dapat merasakan petualangan seperti layaknya Indiana Jones, tentu saja tanpa senjata, panah dan bahaya kematian yang mengintai.

Perasaan Anda mungkin masih sedikit tegang setelah meninggalkan Bukit Bangkirai, namun semuanya itu akan hilang di tempat berikutnya yang dapat dijangkau setelah satu jam perjalanan. Anda akan masih punya cukup waktu untuk singgah di Samarinda Sebarang, sebuah tempat di mana para wanita Bugis pendatang dari pulau tetangga Sulawesi membuat kain tenun yang terbuat dari sutra dan kapas.

DAY TWO

Sungai Mahakam yang berkelok-kelok dan mengalir di sepanjang pedalaman Kalimantan Timur adalah seperti layaknya sebuah jalan tol air, dan cara terbaik untuk melihatnya adalah dengan menaiki sebuah perahu kecil bermotor yang meluncur pada kecepatan 20 km per jam. Namun Anda tidak akan banyak menyaksikan suasana pedesaan di sepanjang tepi sungai di Samarinda. Untuk menyaksikan pemandangan seperti ini, Anda perlu menyusuri lebih jauh ke pedalaman, yaitu di sekitar Kota Bangun, sebuah kota kecil yang berjarak dua jam perjalanan darat dari Samarinda. Kota ini dapat dicapai setelah melewati Tenggarong sebuah kota yang memiliki tempat terbuka berpemandangan indah di tepi sungai, serta istana Sultan yang kini telah berubah menjadi sebuah museum. Lebih jauh lagi dari kota ini kita akan sampai di desa Kota Bangun. Untuk makan siang, Anda mungkin bisa mencoba saran kami untuk menikmati sajian lezat Ikan Lais – ikan sungai berukuran kecil yang dipanggang dalam bungkusan daun pisang bersama kelapa dan kari, lalu dimakan dengan sayur-sayuran dan sambal - di restoran Warung Dermaga yang terletak di tepi sungai.

Setelah perut kenyang, Anda siap untuk menaiki perahu dan mengunjungi tempat persinggahan berikutnya: desa “terapung” Muara Muntai, sebuah desa yang dibangun diatas tiang-tiang pancang dari kayu di atas sungai Mahakam. Dalam perjalanan 90 menit ini, Anda bisa melihat langsung kehidupan daerah berawa-rawa, dimana masyarakatnya hidup dikelilingi oleh alam liar. Desa itu sendiri merupakan tempat tinggal berbagai macam kelompok suku yang ramah seperti Dayak, Bugis dan Kutai, dan merupakan tempat yang paling cocok untuk menikmati jalan santai.

Anda bisa menginap di tempat ini sambil meresapi kesegaran udara tepi sungai dan suasana kampung yang masih tradisional.

DAY THREE

Jika Anda rasa perjalanan hari sebelumnya sangat menarik, tunggulah sampai keesokan harinya saat Anda melakukan perjalanan pagi hari dengan perahu yang membawa Anda kembali ke Kota Bangun. Walau masih di sungai yang sama, namun suasananya amat jauh berbeda. Seakan terpicu oleh hadirnya kehangatan surya pagi yang baru saja terbit, kehidupan alam liar di sepanjang Sungai Mahakam berada pada saat yang paling sibuk dan ramai, di mana burung-burung air dan kera keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dibandingkan suasana ini, perjalanan darat dari Kota Bangun ke Samarinda seakan seperti perjalanan yang sunyi. Jika Anda melakukan perjalanan ini di hari Minggu, pastikan untuk tiba di perkampungan Dayak Pampang (sekitar 20 km dari Samarinda) pada pukul 2 sore, karena pada jam ini penduduk lokal melakukan upacara ritual tari dalam pakaian tradisional lengkap.

Upacara ini berlangsung selama satu jam dan sesudahnya Anda bisa mengunjungi Citra Niaga di Samarinda untuk berbelanja suvenir. Tempat ini terdiri dari beberapa toko dan kios terbuka serta merupakan tempat yang tepat untuk memperoleh kerajinan tangan kayu, kain tenun, kuningan dan logam dari sekitar wilayah ini. Anda juga bisa memuaskan keinginan berbelanja Anda di Pasar Kabun Sayur Balikpapan (di sepanjang Jln. Letjen Suprapto), yang juga menjual barang-barang serupa serta permata dan batuan semi berharga. Menyinggahi salah satu dari banyak warung yang menjual murtabak – daging domba, sapi atau sarden yang dimasak dalam lapisan roti tipis seperti tisu – akan menutup akhir pekan ini dengan senyuman yang tersungging sepanjang perjalanan Anda ke bandara untuk mengejar pesawat pulang.

Contacts Kontak

• Malayan Sunbear Research and Conservation Centre: Pusat Penelitian dan Konservasi Beruang Madu: Tel +62542-702-5771.  
• Bukit Bangkirai jungle resort: Tel +62542-707-2200.  
• Samarinda Sebarang: Bung Tomo St.  
• Freelance guide /
Pemandu paruh waktu Rustam Rahim, Tel: 0812-585-4915 Email: rustam_kalimantan@ yahoo.co.id

This entry was posted on Tuesday, July 1st, 2008 at 12:00 am and is filed under Arrivals(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply