Tips Pariwisata
April 1st, 2009 by admin
IAN JARRET BERTEMU MUKA LANGSUNG DENGAN ULAT PEMAKAN KAYU WITCHETTY GRUB
Beberapa tahun yang lalu di pedesaan Kalgoorlie, Australia, saya cukup beruntung untuk menjadi tamu dalam tur tucker Aborigin. Tucker adalah slang orang Australia untuk makanan.
Semua berjalan dengan baik selama pemandu kami yang orang Aborigin, bernama Stokes, memimpin kami melalui tanah merah daerah semi-gurun, menunjukkan bagaimana mencari air, buah-buah beri mana yang bisa kami petik dari pohon, dan bagaimana menyalakan api untuk memanggang kadal lidah biru.
“Selanjutnya saya akan menunjukkan di mana dapat ditemukan witchetty grub dan bagaimana memakan mereka,” kata Stokes. Beberapa dari kami langsung pindah ke belakang kelompok kami. Stokes mencabut-cabut sebuah pohon kecil, hingga ia menemukan beberapa ulat tersebut.
Witchetty grub, menurut Wikipedia, adalah larva besar, putih, pemakan kayu dari beberapa jenis ngengat. Ia merupakan makanan kaya protein, yang jika dimakan mentah, terasa seperti almond. Ketika dimasak, kulitnya menjadi renyah seperti ayam panggang sementara dalamnya menjadi berwarna kuning muda, seperti telur goreng.
Namun jangan percaya itu. Ketika Stoke, teman baik kami ini memilih saya untuk mencoba ulat yang pertama – mentah, tentu saja – Saya, entah bagaimana, mengambil ulat yang tidak berasa almond, tidak pula berasa ayam panggang.
Saya memejamkan mata, menelannya dan berkata pada Stoke bahwa itu sangat lezat. Oke, saya bohong. Ulat itu terasa lebih mirip kapur yang dikentalkan. Saya meminta Stoke untuk mencoba juga satu buah. “Maaf sekali, kawan,” katanya. “Itu adalah yang terakhir.”
This entry was posted on Wednesday, April 1st, 2009 at 12:00 am and is filed under Boardin Pass(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.




April 6th, 2009 at 9:55 am
bagus……………… bgt cerita’a………………………..