Print This Post AddThis Social Bookmark Button  Email This Post

Pijakan Lebih Tinggi

July 1st, 2009 by admin

APAKAH PASAR LAPANGAN KERJA YANG MELEMAH MENYEBABKAN MENINGKATNYA JUMLAH PELATIHAN PELATIHAN PASCASARJANA? OLIVER ROBINSON MENINJAU PILIHAN PILIHAN PENDIDIKAN LANJUTAN TERBAIK BAGI SARJANA-SARJANA TERBAIK KITA

Cerdas dan supel, dengan ijazah hubungan internasional dari dari salah satu universitas yang ada di Jakarta, Indra Putro adalah tipe lulusan yang anda kira akan menjadi rebutan banyak perusahaan. Namun dengan segala kualitas personal dan akademiknya, Indra, seperti banyak sarjana di Indonesia lainnya, masih mencari pekerjaan.

Ketika dampak krisis global mencapai Indonesia, dan pertumbuhan lapangan kerja turun dari 6,1% pada tahun 2008 menjadi kemungkinan 2,5% tahun ini, banyak lapangan pekerjaan di Indonesia mengalami kebekuan dalam perekrutan tenaga ahli.

“Banyak teman saya yang menemukan kesulitan,” Indra menegaskan. “Kami semua harus menggunakan inisiatif untuk mendapat pekerjaan yang kita inginkan – terutama mengingat kompetisi belakangan ini.”

Dalam hal merekrut, perusahaan-perusahaan kini tampak menunggu kesempatan, berharap kondisi finansial segera membaik. Sampai demikian, banyak sarjana yang menggunakan waktu mereka untuk mengevaluasi kembali tujuan karir mereka di masa depan dan mendaftar kuliah-kuliah pascasarjana, sebagai usaha untuk menjadi lebih kompetitif bagi para perekrut.

Banyak akademisi, seperti Profesor Mudrajad dari Universitas Gajah Mada, melihatnya sebagai langkah bijaksana. “Saat ini, ijazah sarjana terlalu umum. Mereka yang mendapat ijazah S2 memiliki ketrampilan yang lebih khusus yang tidak dapat diberikan oleh sarjana.” ia berkata bahwa jurusan-jurusan pascasarjana di Gajah Mada kini penuh, dengan sebagian pendaftar memilih menggunakan uang pesangon untuk membiayai kuliah. Sementara itu Universitas Bina Nusantara melaporkan bahwa pendaftar untuk program MBA-nya mengalami peningkatan sebesar 10%.

Peningkatan juga terjadi di luar negeri. Di AS, Graduate Management Admission Council melaporkan jumlah yang mengambil Graduate Management Admissions Test (GMAT) mengalami peningkatan sebesar 11,6% tahun ini. University of Manchester melihat peningkatan sebesar 14% dalam jumlah pendaftar, dan University College London melaporkan peningkatan sebesar 21%. Di selatan, pendaftaran program pascasarjana di Auckland University telah meningkat sebesar hampir seperempatnya pada tahun lalu.

Walaupun Indra telah merencanakan bahwa pada akhirnya ia akan mengambil MBA, ia mengakui bahwa krisis ekonomi menjadi pendorong. Sementara ia berharap pasar finansial akan menjadi lebih sehat ketika ia lulus nanti, bagaimanapun juga, kuliah pascasarjana akan mempersiapkannya lebih baik untuk medan bisnis Indonesia yang berubah.

Pertanyaan mengenai industri mana yang sebaiknya menjadi target mahasiswa terbaik kita memang menarik. Seorang ekonom yang berbasis di Jakarta Kee Beom Kim dari International Labour Organization berkata bahwa resesi saat ini dan peningkatan globalisasi mengakibatkan meningkatnya jumlah perekrut dalam sektor-sektor manufaktur dan jasa modern.

Pada tahun 2008, industri jasa seperti telekomunikasi, menjadi perekrut terbesar di Indonesia, melampaui agrikultur. Pergeseran ini menyebabkan kenaikan permintaan akan staf teknis terlatih, dan untuk soft skill, termasuk managerial, problem-solving, bahasa Inggris, kerjasama kelompok, komunikasi, dan hubungan pelanggan. “kriteria-kriterianya telah mengalami perubahan besar dan karakter tersebut diharapkan akan menjadi lebih penting di masa depan,” hasil pengamatan ekonom asal Korea tersebut.

Selain mengembangkan ketrampilan-ketrampilan tersebut melalui pendidikan lebih lanjut, para ahli menjelaskan bahwa industri-industri terdepan seperti pertambangan, minyak dan gas akan terus menyerap sarjana-sarjana yang terlatih secara teknis dan spesialis yang relevan – terutama untuk posisi dengan kualifikasi yang biasanya jarang dimiliki kandidat dari Indonesia.

Peraturan pemerintah juga membantu perekrutan masyarakat Indonesia yang berketrampilan dibandingkan warga asing.

Jika pelatihan tenaga kerja berketrampilan teknis kita meningkat sesuai dengan kebutuhan pasar, Indonesia akan mengalami peningkatan berarti dalam kesempatan lapangan kerja teknis dalam perusahaanperusahaan multinasional dalam beberapa tahun ke depan.

Namun walaupun pekerjaan teknis seringkali menawarkan bayaran yang lebih tinggi di awal masuk, sektor non-teknis juga dapat memberikan kesempatan yang lebih besar untuk tumbuh – dan ketrampilan-ketrampilan yang bermanfaat dalam berbagai jenis industri, sehingga memberikan kesempatan lapangan kerja jangka panjang yang lebih baik.

Pada akhirnya, tidak ada jalan pintas untuk memasuki pasar lapangan kerja teknis, terutama pada masa-masa sulit seperti ini. Sebagai gantinya, mahasiswa-mahasiswa seperti Indra Putro disarankan untuk memilih bidang pekerjaan mereka, dan mengejar pendidikan lebih lanjut, sambil membangun ketrampilan-ketrampilan personal dan pengalaman kerja. Kee Beom Kim menyimpulkan, “Pendapat saya, masalahnya bukan pada sektor, namun pada ketrampilan. Bagi para lulusan berkualifikasi bagus, prospek lapangan pekerjaan tetap bagus.”

Kontak

Binus University
9 Jln KH Syahdan, Palmerah, Jakarta tel: (0)21 534 5830 www.binus.edu
Institute Business Informatika Indonesia
Jln Yos Sudarso Kav 87, Sunter, Jakarta tel: (0)21 6530 7062 www..ibii.ac.id
Gajah Mada University
Jln Teknika Utara, Yogyakarta tel: (0)274 55 6912 www.ugm.ac.id
PPM School of Management
9-19 Jln Menteng Raya, Jakarta tel : (0)21 3190 2956 www.ppm-manajemen.ac.id
IPMI Business School
Jln Rawajati Timur I No. 1 Kalibata, Jakarta tel : (0)21 797 0419 www.ipmimba.ac.id

This entry was posted on Wednesday, July 1st, 2009 at 12:00 am and is filed under Transit Time(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply