Print This Post AddThis Social Bookmark Button  Email This Post

PENJELAJAH WAKTU

October 1st, 2009 by admin

IAN JARRETT MERENCANAKAN PERJALANAN UNTUK 10 TAHUN MENDATANG

Saat majalah terkemuka yang sedang Anda baca ini meminta saya menulis mengenai lima tujuan wisata yang ingin saya kunjungi dalam dasawarsa mendatang - tanpa batasan biaya - saya merasa seperti baru menang lotre.

Sayang sekali, ternyata ada syarat dan ketentuannya. Saya diminta untuk “secara virtual” mengunjungi tujuan wisata ini: tidak perlu berkemas maupun membawa koper dan paspor. Lihat sisi baiknya, ujar sang editor. Kamu tidak perlu mendapatkan vaksinasi flu. Kamu pun tidak perlu repot mengurusi kelebihan bagasi, atau pun antrian imigrasi yang panjang. Kamu dapat makan apa pun yang kamu sukai tanpa khawatir sakit perut.

Seraya mendapatkan keyakinan, saya mengambil Th e Schoolboys’ Pocket Book saya yang sudah usang untuk mencari inspirasi. Buku ini sudah lumayan tua - yang menyebutkan bahwa Singapura adalah ibu kota Malaya; Iskenderum sebagai ibu kota Turki dan Accra berada di Gold Coast - yang saya yakini sekarang dikenal sebagai Ghana. Setahu saya, satu-satunya Gold Coast yang ada terletak di Australia.

Terpisah dari hal tersebut, berikut ini adalah kelima tujuan wisata saya (bersama dengan lima makanan pilihan) yang rencananya akan saya nikmati di dasawarsa mendatang - atau sebelum makhluk asing menculik saya, mana saja yang terjadi terlebih dahulu.

Tapak tilas Toulouse: Di Paris, saya akan menyantap tart Prancis, dan mengikuti jejak pelukis Henri de Toulouse Lautrec. Di Montmartre, saya akan mengeksplorasi tempat asal Toulouse melukis kehidupan Paris yang penuh warna, di masa-masa yang diwarnai kemerosotan moral itu 

Upacara agung: Di Bali, saya akan memesan bebek betutu, bebek panggang dibungkus daun pisang. Kemudian, untuk menghindari para turis yang memakai singlet Bir Bintang, saya mencari upacara kremasi kerajaan, salah satu upaya keagamaan penuh warna yang tidak lekang oleh waktu di Bali - untuk mengingatkan saya mengenai semua hal yang baik dan menyenangkan di Pulau Dewata.

Koneksi Prancis: Di Hanoi, saya akan berjalan santai untuk menikmati sarapan di Metropole Hotel, idealnya bersama Catherine Deneuve. Di sini, Anda dapat menaiki mobil Citroen antik dengan sopir pribadi dari bandara ke Metropole Hotel. Ternyata ada cara yang lebih baik untuk tiba dengan penuh gaya. Saya diberi tahu bahwa Catherine Deneuve yang cantik, bintang film Indochine, pun tiba di hotel seperti ini. Seandainya saya bisa datang bersamanya.

Pesona biru: Di Istanbul, saya akan segera mencari Turkish Delight. Saya akan mengenakan pakaian tipis - tempat ini sangat panas. Tidaklah mengherankan dengan tempat-tempat yang menarik perhatian seperti Hagia Sophia, Masjid Biru yang mempesona dan Istana Topkapi. Kota ini pun merupakan Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2010, jadi saya rasa bakal ada lebih banyak keramaian di kota yang ramai ini.

Di istana: Di Istana Kerajaan di Luang Prabang, Laos, saya akan menikmati beberapa kue bulan yang lezat, lalu melihat-lihat ingin tahu ke dalam ruangan tempat keluarga kerajaan sebelum terjadi revolusi; atau memandangi hadiah yang diberikan para kepala negara, semisal sepotong batu bulan yang diberikan Richard Nixon saat ia menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Atau seperangkat alat minum teh keramik Sevres mewah dari Jenderal Charles de Gaulle. Setelah melakukan perjalanan, ada beberapa tempat klasik untuk bersantai, merenung dan merencanakan beberapa petualangan baru.

This entry was posted on Thursday, October 1st, 2009 at 12:34 pm and is filed under Boardin Pass(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply