TERBUAI PESONA LAUT
October 1st, 2009 by admin
WALAUPUN TERKENAL UNTUK TAMBANG TIMAH, DAYA TARIK PULAU BANGKA YANG SESUNGGUHNYA ADALAH PANTAI- PANTAINYA YANG INDAH. NATASHA DRAGUN MELAPORKAN

Sesaat sebelum mendarat di bandara Pangkalpinang, ibu kota Bangka, Anda bisa melihat pulau tersebut dari atas. Pesawat melayang di atas pasir putih tanpa ujung, air yang jernih, serta pemandangan yang tertoreh tambang timah. Landasan tampak seperti lahan kecil di tengah hutan. Beberapa ekor anjing terlelap di bawah bayangan pohon kelapa di sepanjang terminal bandara. Sekitar 50km dari pantai tenggara Sumatra dan satu jam penerbangan dari Jakarta, Pulau Bangka merupakan dunia yang berbeda.
Dihiasi terumbu karang dan laut biru, pulau ini ditempati oleh sekitar satu juta orang. Tidak ada bioskop, tidak ada pusat perbelanjaan, dan tidak ada restoran mewah. Namun ada cukup banyak tempat karaoke. Serta beberapa pantai paling indah yang dapat Anda temui di Indonesia - ini merupakan hal luar biasa di negara yang memiliki sangat banyak pantai indah yg masih murni. Namun di Bangka, tempat bertemunya Laut Jawa dan Laut Cina Selatan, ada sesuatu yang sangat menarik dengan pantai-pantainya. Mungkin ini karena bentangan pantai berpasir putihnya yang panjang atau air birunya yang hangat atau jika Anda memilih pantai yang tepat, kemungkinan besar Anda bisa menikmatinya sendirian.
Dari Pangkalpinang, separuh jalan di pantai selatan pulau ini, sebagian besar pengunjung berjalan ke utara menuju Parai Beach Resort & Spa. Sekitar satu jam dari bandara menggunakan mobil, hotel ini merupakan salah satu fasilitas akomodasi bergaya resor di pulau Bangka. Hotel ini telah berdiri selama 20 tahun dan tetap mampu menarik pengunjung dari Jakarta untuk memenuhi kamar-kamarnya sekaligus vila berkolam renangnya yang baru. Para presiden Indonesia kabarnya pernah memesan seluruh resor, sementara beberapa bintang film lokal diketahui sering berlibur di sini.
Pantai Parai Tenggiri resor ini kecil, dibatasi dua bukit karang, memiliki air laut yang hangat dan pas untuk olahraga air seperti banana boat dan jet ski, kayak, menyelam dan parasailing. Pantai ini pun sering dipakai untuk pesta pernikahan yang indah untuk mengisi album foto, sehingga cukup ramai.
Untuk menghindari keramaian, kunjungi Pantai Tanjung Pesona ke arah utara, sekitar lima menit menggunakan mobil. Pantai ini merupakan salah satu pantai terpanjang di Bangka, dan semakin jauh Anda menuju utara, pantai pun semakin sepi. Saat jalan buntu, Anda pun sendiri, dikelilingi oleh pohon kelapa, durian dan pasir putih.
Rina Trisela, vice president Parai Hotel, memberi tahu saya bahwa pantai ini sebelumnya memiliki sejumlah vila, tapi karena kurangnya infrastruktur, tidak adanya jalan, tidak ada listrik, dan saluran air bersih, akomodasi ini hanya menarik bagi para penyelam sehingga akhirnya ditutup. Jogging di sepanjang pantai saat matahari terbenam, saya merasakan saat saya mensyukuri kehidupan.
Sekitar 12.000m2, lebih dari dua kali besarnya Lombok, Bangka sangatlah besar. Jika Anda ingin lebih dari sekadar bermalasmalasan di pantai, sewalah mobil untuk berkeliling. Mulailah penjelajahan Anda di pagi hari sehingga Anda dapat menikmati semua pemandangan pulau, dan masih memiliki waktu untuk snorkeling, sebelum akhirnya menikmati matahari terbenam di hotel.
Selain pantai, daya tarik utama Bangka adalah makanannya. Di hampir setiap restoran, hidangan laut merupakan sajian utama - mulai dari cumi dan udang yang segar, sampai tenggiri, sajian khas Bangka serupa dengan tuna dalam rasa dan teksturnya. Setiap malam, restoran Th e Rock di Parai menyajikan panggangan terbuka yang menyediakan ikan dan krustasea laut, dengan sambal dadak dan saus lain. Dengan hanya dibakar, ikannya memberikan rasa yang manis, lembut dan sangat membuat ketagihan.
Makanan khas lain Bangka adalah otakotak yang dibungkus daun pisang; dan krupuk dengan rasa hidangan laut. Beragam cita rasa laut mengisi rasa krupuk, yang disajikan dalam berbagai warna, bentuk, dan ukuran, mulai dari bola berukuran kecil sampai potongan panjang yang besar. Tidak ada toko di pulau ini yang tidak menjual krupuk buatan lokal dalam kantung berukuran besar. Jika Anda memiliki waktu, cobalah kunjungi Gedong, sebuah perkampungan Tionghoa tua, sekitar 45 menit dari Parai. Jika Anda berkunjung setelah jam 10 pagi, para prianya pasti sudah pergi bekerja di tambang-tambang timah, sehingga Gedong seakan seperti kota mati. Namun di pagi hari, kampung ini dipenuhi orang yang membuat krupuk, yang menjemur krupuk di bawah matahari agar kering sebelum akhirnya dikemas untuk digoreng.
Berbeda dengan pulau-pulau tetangganya, penduduk Bangka sebagian besar merupakan keturunan Melayu dan Tionghoa Hakka. Sejak ditemukannya timah di sini pada awal abad ke-18, pedagang dan buruh Tionghoa memenuhi pulau ini untuk memanfaatkan peluang dalam pertambangan. Ada juga beberapa kuil Cina berwarna mencolok, yang paling terkenal adalah Kuil Shaolin, di atas bukit terjal sekitar satu jam dari Parai – pemandangan dari paviliun atasnya sangat luar biasa.
Kuil terkenal lain di Bangka adalah Dewi Kuan Yin. Paviliunnya terkenal dikunjungi penduduk setempat yang datang untuk minum air dari sumur tuanya yang tidak pernah kering. Air dari sumur ini diyakini membuat Anda awet muda selama-lamanya. Mudah-mudahan saya beruntung.
Dengan berjalan dari Parai, Pantai Batavia pun layak untuk dikunjungi. Di sini, sejumlah kondominium mewah sedang dibangun, dan jika selesai, akan membentuk area resor untuk orang Jakarta yang berlibur. Batavia pun merupakan tempat penangkaran penyu di Bangka. Ratusan penyu Belimbing yang langka terdampar di bagian utara pantai Tanjung Penyusuk setiap tahunnya dan kemudian di bawa ke sini untuk dibiakkan sebelum akhirnya dilepaskan kembali ke laut.
Ini merupakan cara luar biasa untuk mengamati siklus hidup mahluk yang agung ini sekaligus menunjukkan bahwa Bangka sedang bergerak menuju masa depan yang lebih lestari.
Kontak
Parai Beach Resort & Spa
Kawasan Pantai Parai Tenggiri, Sungailiat, Bangka, tel: (0)717 94 888
www.eljohn.co.id
This entry was posted on Thursday, October 1st, 2009 at 12:28 pm and is filed under Arrivals(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



