Print This Post AddThis Social Bookmark Button  Email This Post

JANTUNG HATI JAWA

January 1st, 2010 by admin

UNTUK SEBUAH PENGALAMAN BUDAYA JAWA KLASIK, CUKUP TAMBAHKAN JOGJA. OLEH NATASHA DRAGUN, FOTOGRAfiOLEH TIMUR ANGIN

Bali boleh saja menjadi pusatnya resor, namun bila berbicara tentang daya tarik budaya, kartu trufnya ada pada Jogjakarta. Dengan pematang sawah dan puncak-puncak gunung berapi yang ada di mana-mana, Jogja memiliki daya tarik yang sekaya sejarahnya. Kerajaan Budha, Hindu dan Muslim pernah menjejakkan kaki mereka di sini sebelum Belanda datang pada abad ke 17. Setiap kerajaan itu meninggalkan beberapa monumen, atraksi dan tradisi yang terus abadi di negeri ini. Dipadu dengan perkembangan seni yang pesat, jalan-jalan yang terasa ‘hidup’, serta makanan dan kopi yang lezat, Jogja menawarkan sepenggal budaya Jawa klasik yang kental.

Ibu kota RI antara tahun 1946 hingga 1950, Jogja sudah dari sejak dulu dipandang sebagai tempat lahirnya budaya Jawa tradisional. Kini, Jogja bergelora dengan energi muda, mulai dari seni jalanan hingga galeri eksklusif dan hotel-hotel butik. Gampang sekali larut dalam keramaian di jalanannya yang sibuk dan dihiasi warna-warni seni grafiti. Sementara anak-anak bermain sepak bola di pinggir jalan, para pengemudi angkutan tidur di bawah pohon yang rindang. Ini mengingatkan pada Jakarta 20 yang lalu - energik dan kosmopolitan di satu waktu, sepi dan tenang di waktu lain. Kemanapun melangkah, peninggalanpeninggalan tradisi kuno selalu tampak.

Jiwa kota ini adalah kraton pusat, istana Sultan, yang mendorong dan mengayomi perkembangan kesenian tradisional, mulai dari batik dan sendratari hingga drama, musik, puisi dan wayang. Jalan-jalan di sekitarnya merupakan tempat bagi beberapa seniman paling berbakat di Jogja. Di tempat ini, Anda dapat melihat pengrajin ulung yang bekerja di ruang kerja dan ruang pamernya - seperti museum-museum yang hidup, ruang-ruang kerja ini memberi pemahaman yang mendalam mengenai sejarah dan pengamalan seni tradisional Jogja.

Batik dari daerah ini masih buatan tangan – tanpa cetakan dan pewarna kimia, dan untuk menghasilkan selembar saja makan waktu berbulan-bulan. Sama halnya, para pandai perak Jogja menciptakan kerajinannya dengan ketrampilan dan kesabaran, bentuk-bentuknya banyak terinspirasi oleh sejarah kota ini. Membeli sebuah perhiasaan, batik, wayang, keramik atau patung pahatan yang dibuat di kota ini merupakan buah tangan khas yang mengingatkan kita pada tradisi seni yang kaya dari Jogja.

Manakala kehidupan kota memiliki daya pikatnya sendiri, sulit untuk tidak larut dalam keanggunan sejarah Jogja di Prambanan yang terdaftar sebagai warisan dunia – serangkaian kompleks candi Hindu yang memukau yang tercatat dari abad ke 10 dan berjarak hanya 20 menit berkendaraan dari pusat kota Jogja. Para keluarga piknik di bawah semak-semak bougenvil yang berwarna pink mengkilat sementara anak-anak sekolah berdesak-desakkan untuk dapat berfoto di depan bangunan batu agung ini. Jika waktu kunjungan Anda tepat, tur anda ke lokasi candi ini dapat berakhir di sebuah teater terbuka yang ada di taman, saat penampilan sendratari Ramayana (sebuah epik Hindu kuno) digelar ketika bulan purnama antara bulan Mei dan Oktober.

Sedikit lebih jauh, berlusin candi yang lebih kecil tersebar di pedesaan, di tengah-tengah sawah bertingkat yang terbentang dan pohon-pohon palem yang tumbuh di bawah bayang-bayang puncak vulkanis di daerah ini. Terhampar di lebih dari 2,000 meter persegi, bangunan-bangun, stupa, kuil Budha yang rumit dari Candi Plaosan adalah salah satunya. Berbeda dengan Prambanan, kunjungan dapat dilakukan kapanpun ke candi-candi ini dan Anda pasti disambut dengan suasana yang hening. Ada sesuatu yang luar biasa yang membuat diri anda merasa puas dalam hati: duduk di bawah bayang-bayang monumen dari abad ke sembilan, hanya ditemani keheningan, menyadari bahwa Anda mungkin adalah satu-satuya orang yang mengagumi bangunan tersebut pada hari itu.

Warisan Dunia lainnya di daerah ini adalah Borobudur, yang terletak kirakira 40 kilometer di luar kota Jogja. Candi ini merupakan tempat yang paling banyak dikunjungi di Indonesia dan merupakan monumen Budha terbesar di dunia, Borobudur memiliki lokasi yang seolah mimpi, terletak di puncak sebuah dataran tinggi yang kecil, dikelilingi hutan dan diapit oleh sepasang gunung berapi aktif. Catatan menunjukan bahwa Candi ini dibangun di abad ke 9 dan terdiri dari 6 pelataran persegi yang di atasnya diletakkan 3 pelataran bundar, setiap bagiannya dihiasi 2,672 ukiran-ukiran setengah bagian (bas-relief ) dan lebih dari 500 patung Budha. Coba lari dari keramaian dan berkunjung waktu subuh – saat matahari muncul dari tengah-tengah hutan, Anda akan menggumam, ‘jadi inilah rasanya hidup yang sesungguhnya’.

Tak jauh dari situ, Gunung Merapi berdiri dengan kemegahannya tersendiri. Sebagai gunung berapi yang paling aktif di Indonesia, Merapi telah meletus 68 kali sejak tahun 1548, tetapi masih dapat menarik keingin tahuan pelancong untuk mengunjungi danau lava dengan asap belerangnya. Tempat-tempat keramat Hindu dan Budha kuno bertebaran di lerenglereng gunung ini: lereng bagian barat khususnya sangat memikat dengan adanya kompleks Sengi yang berasal dari abad ke 8 dan diukir dengan motif tanaman menjalar dan bunga, mengingatkan pada pemandangan di sekitarnya.

Tempat lain yang lebih menyenangkan untuk menikmati pemandangan adalah dari Bar Rotunda di Amanjiwo, Sebuah resor yang memiliki 34 vila di pinggiran Borobudur. Terletak diantara undak-undak padi yang menghijau dan pohon-pohon palem yang menghadap hamparan sawah berwarna hijau batu giok dan puncak Merapi dan Merbabu di kejauhan, resor ini mengambil desain yang bercirikan monumen Budha, dengan bangunan-bangunan batu gamping berbentuk bundar, gedung bundar berbentuk lonceng yang menjulang tinggi, dan sebuah kolam renang yang bergaya ampiteater. Kamar-kamar suite-nya dilengkapi dengan tempat tidur bertiang empat, lantai terrazzo dan furnitur yang diukir dari kayu pohon kelapa. Semua kamar memiliki teras taman sendiri dan beberapa kamar dilengkapi dengan kolam renang. Berada di sini, Anda dapat membayangkan bagaimana rasanya menjadi bangsawan ningrat Jawa.

Seperti halnya pusat-pusat kesehatan di Jawa Tengah, perawatan spa di Jogja terinspirasi oleh ritual Jawa kuno. Di sini, jamu, atau pengobatan tradisional Indonesia sangat hidup dan dipraktekkan, dan Anda dapat mencoba berbagai ramuan dari jamu obat untuk migren dan darah tinggi, hingga lulur dan lilit pelangsing serta pijat tradisional Jawa.

Makanan Jogja berasal dari beragam pengaruh budaya. Sajian yang ada di kota ini bervariasi mulai dari hidangan kegemaran istana hingga camilan tradisional. Jogja khususnya terkenal dengan manisannya. Mulai dari camilan berukuran sekali gigit seperti kipo, atau tepung singkong berwarna hijau yang berisi kelapa, cocok menjadi makanan penutup, makanan setempat seperti gudeg yang terdiri dari kari nangka, ayam dan telur dengan rasa manisnya yang mengejutkan berasal dari gula palem yang ditaburkan dengan royal.

Kunjungan ke Jogja tidaklah sempurna tanpa mencicipi ikan air tawarnya, yaitu gurame, yang sama rasanya dengan barramundi dan diternak di danau-danau sekitar Jawa Tengah. Pastikan Anda mengakhiri santapan Anda dengan segelas kopi Jawa yang manis dan pekat. Dibangun oleh Belanda pada abad ke 17, perkebunan kopi di seluruh Jogja memproduksi jenis kopi Arabika dan Robusta. Masih banyak perkebunan yang menawarkan tur ke ladang mereka, sehingga Anda dapat langsung membeli biji kopi segar dari sumbernya. Dan Anda dapat membawa pulang dan menikmati secangkir kopi Jawa, asli dari Jogja.

Kontak

Amanjiwo
Borobudur, Magelang tel: (0)293 788 333 www.amanresorts.com

Batik Plenthong
54 Jln Tirtodipuran, Jogjakarta tel: (0)274 371912

Borobudur Silver
Jln Raya Borobudur Km 2.4, Mungkid, Magelang tel: (0)293 789 322 www.borobudur-silver.com

Panorama Tours Jogja
Ambarrukmo 377, tel: (0)274 488 663

This entry was posted on Friday, January 1st, 2010 at 11:39 am and is filed under Arrivals(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply