SOUL FUNK BERSAUDARA
January 1st, 2010 by admin
TIGA BAND LOKAL BARU-BARU INI MEMENTASKAN FESTIVAL TERBESARNYA. MANDALA ADA DI SANA MENYAKSIKANNYA. MARCEL THEE MELAPORKAN. FOTO OLEH MUHAMMAD ASRANUR

Beberapa jam sebelum festival musik soul terbesar Indonesia, personel band kondang, Anidyo Baskoro tengah melahap sepiring ikan mentah, dan berlaku iseng. Sementara para anggota band dan kru melakukan pengecekan suara, Nino, vokalis yang antusias dari band soul Jakarta, RAN, tengah menikmati makan siang yang telat. Walau diminta untuk bertingkah natural untuk difoto, dia terus berpose dan menggoda pramusaji wanita yang malu-malu.
Di sela-sela waktu makannya, dia mengatakan trio muda, yang membuat “musik pop kreatif” dengan pengaruh seperti R&B, soul, hip hop, jazz, dan reggae, saat ini tengah berusaha menyeimbangkan perjalanan tur dengan tuntutan kuliah - yang mungkin menjadi sumber inspirasi bagi album kedua, Friday.
Setelah menjual 25,000 kopi album pertama mereka RAN for your Life dalam waktu lima bulan, dia mengatakan band ini sadar akan perlunya menghadirkan sesuatu yang lebih kuat. “Keberhasilan album pertama kami sungguh-sungguh memotivasi kami untuk menjadikan yang ini sebaik, dan sesukses yang lalu.”
Band ini berawal dari permulaan yang biasa, bertemu di SMA. “Rayi dan Asta satu tingkat, dan membuat sebuah band dengan teman-teman sekolah. Mereka memenangkan beberapa festival band, dan sekali tampil di Malaysia.” Setelah lulus, band yang pertama ini bubar, tapi musiknya berlanjut. “Rayi dan Asta mulai menulis lagu-lagu di kamar Asta menggunakan peralatan rekam sederhana.”
Dalam dua jam, Rani, Asta dan Nino (RAN) akan tampil di hadapan sekitar 10,000 penonton Java Soul Nation 2009. Dibuat oleh penyelenggara yang sama dengan Java Jazz Festival, salah satu pengisi acara ini adalah penampilan grup hip-hop legendaris Amerika, Arrested Development. Saya mencari tanda-tanda demam panggung, ternyata tidak ada.
Musik rock dan balada pernah memegang dominasi, namun kini musik soul dan hip-hop menyelusup aliran musik utama Indonesia dengan lebih garang. Para pembuat hit sekarang ini adalah sejumlah artis yang diinspirasi dari musik soul dan funk Amerika, mulai dari sang legendaris James Brown hingga bintang pop seperti Justin Timberlake, para penyanyi soul aliran baru Indonesia menyuntikan pop ke dalam warna musik mereka untuk menarik lebih banyak penggemar.
Pada jam 3.30 sore, anggota RAN berada di lokasi untuk pengecekan sistem suara dengan lagu terbaru mereka ‘Jadi Gila’. Untuk Soul Nation, grup ini telah mengaransir ulang lagu-lagu lama dan baru, serta membawa set drum tambahan ke panggung untuk Rayi.
Tak jauh dari situ, trio soul hip-hop The Boogiemen, juga bersiap untuk tampil. Grup baru yang telah mendapat banyak pujian ini melakukan pengecekan suara sendiri, di sisi panggung sebelah kanan yang seukuran panggung sebuah klub. Tiba sejam lebih awal dari show mereka, kru the Boogiemen terlihat tegang. Panggung yang terletak di luar tidak didukung oleh cuaca udara yang panas. Kyriz, satu dari tiga vokalis juga rapper utama, mengatakan band mereka baru diberitahukan perubahan jadwal festival kemarin malam. “Makanya kami terburu-buru mempersiapkan segala sesuatu.” Dua rekan bandnya, Theo (gitaris/vokalis) dan Iyay (harmonika/vokalis) bercerita bahwa grup mereka tadinya berempat dan menyanyikan lagu-lagu dari para ikon hip-hop seperti The Roots dan Guru.
“Instrumen minimalis dan lirik bahasa Inggris kami mempersulit diterimanya grup ini,” papar Kyriz. Sewaktu ditanya apakah grup ini berencana menulis lagu-lagu dalam bahasa Indonesia menarik penonton yang lebih luas, Kyriz mengatakan bahwa dia menghargai rapper lokal yang telah mencapai sukses di aliran utama manakala menyanyikan lirik dalam bahasa Inggris: “Seperti Pandji.”
Karismatis dan sangat populer, Pandji Pragiwaksono yang berusia 30, juga adalah seorang pemandu acara TV dan bintang di radio. Pada saat yang sama, dia juga telah dikenal sebagai rapper, merilis sendiri album pertamanya Provocative Proactive di tahun 2006.
Pandji akan tampil malam ini, dan untuk memeriahkan pertunjukannya ia telah menggaet artis-artis kondang. “Hari ini, saya akan mendapat beberapa tamu di panggung” katanya dengan dengan nada yang dibuat datar. Bersamanya akan tampil musisimusisi seperti Endah N Rhesa, J Flow, Rayi dari RAN, Kyriz dari the Boogiemen, Ichsan Akbar, Barry Likumahuwa, Glenn Fredly dan Abdee dari grup rock legendaris, Slank.
Vitali Ridho Imansyah, asisten direktur program acara Trax FM, mengatakan lagu-lagu Indonesia yang bercorak soul saat ini sangat berpotensi menduduki tangga lagu atas. “Indie rock memang sedang berkibar sekarang, namun jumlah pendengarnya masih cukup terbatas. Tapi jika berbicara lagu yang pasti bisa menjadi daya tarik orang banyak, R&B dan balada-balada soul Indonesia adalah jagonya.”
Staf media festival ini, Nirmala Hapsari, mengatakan Java Soul Nation merupakan langkah maju bagi komunitas musik soul. “Festival ini disambut baik oleh para penggemar aliran ini. Biasanya festival-festival sejenis diadakan dalam skala yang lebih kecil.
Di bawah panggung, suasananya semakin memanas. Penonton hilang kendali dan berteriak bersama Pandji, saat dia menyanyikan singel rap-rock ‘Kami Tidak takut’. Nomor ini adalah lagu resmi dari gerakan online Indonesia Bersatu, yang didirikan oleh beberapa orang, termasuk Pandji setelah ledakan bom yang terjadi di Jakarta awal tahun ini.
“Tidak ada pertunjukan live yang sempurna,” katanya. “Namun penting sekali untuk membawa nilai-nilai lebih ke dalam pertunjukan kita - jadi ini bukanlah semata-mata mengenai musik. Nilai lebih tersebut dapat berupa apa saja, seperti penampilan artis tamu, aransemen yang berbeda, atau keahlian kita untuk berkomunikasi dengan para penonton.”
Pendatang yang relatif baru Boogiemen mendapatkan tamu lebih sedikit di atas panggung, namun penampilan mereka memiliki energi dan atmosfer yang akrab layaknya pertunjukan disebuah klub. Kyriz dan Iyay memimpin diatas panggung, mengajak para penonton untuk ikut bernyayi, sementara band latar melompatlompat energik di belakang mereka. Mereka mengakhiri sajian mereka dengan lagu penutup dari Blur ‘Song 2’ yang membuat setiap penonton secara serempak berteriak mengikuti reff “woohoo” nya yang khas.
Berikutnya, RAN menjadi pusat perhatian di panggung utama. Saat mereka menyanyikan ‘Jadi Gila’, festival ini menjadi lautan nyanyian bersama. Rayi berbagi cerita bahwa sebelum setiap pertunjukan, dia mengunyah permen untuk menyingkirkan rasa grogi. Kelihatannya berhasil - lompatannya ke sana kemari di pelataran panggung menunjukan bukti mengapa RAN saat ini adalah salah satu grup terbesar di negeri ini.
Setelah manggung, Pandji menjelaskan kekuatan memainkan musik soul. “Ketika di panggung, saya sering berpikir mudahmudahan tidak lupa liriknya” ujarnya sambil tertawa. “Tetapi saya lebih sering terlarut bersama musiknya, dan saya kehilangan kendali. Seolah saya tidak sadar.”
This entry was posted on Friday, January 1st, 2010 at 11:37 am and is filed under Arrivals(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



