TIGA HARI, DUA MALAM: BATAM
January 1st, 2010 by admin
TIDAK TERLALU DIKENAL TAPI KAYA AKAN BUDAYA DAN DAYA TARIK, LESTER LEDESMA MENEMUKAN MUTIARA TIMUR LAUT INI

DAY ONE
Jika Anda mencari Tarakan di Google, Anda akan mendapatkan banyak hal, mulai dari nama kapal sampai daftar alumni sekolah yang tidak jelas. Selain dari pasokan minyak, sebagian besar orang Indonesia - atau dunia, dalam hal ini - tidak terlalu banyak mengetahui banyak hal mengenai pulau di lepas pantai Kalimantan Timur ini. Lonely Planet mengatakan, “Tarakan hanya mempunyai sedikit daya tarik budaya”. Kami tidak setuju. Tarakan boleh saja terpencil dan tidak terkenal, tapi memiliki cukup daya untuk menarik mereka yang berjiwa petualang di akhir pekan.
Awali penjelajahan Anda di sore hari saat perut Anda keroncongan. Pusat kota Tarakan kecil dan padat, sehingga sebagian besar tempat yang menarik mudah dikunjungi. Mulai dengan Warung Kopi Indra yang menyajikan kopi nikmat bersama dengan roti kaya, roti empuk yang diolesi margarin dan kaya manis yang kental. Bertempat di bangunan kayu tua, warung kopi turuntemurun ini banyak dikunjungi pegawai kantor dan merupakan tongkrongan favorit.
Setelah mendapatkan pasokan kafein, kunjungi Hutan Bakau Tarakan, cagar alam seluas sembilan hektar di tengah kota. Berjalanlah di atas jalur setapaknya dan nikmati pemandangan lahan gambut yang masih perawan, rumah bagi ikan gelodok, udang air tawar dan burung pemangsa. Bekantan yang langka, yang terkenal karena hidung mereka yang besar dan menonjol. Tunggu sampai waktu pemberian makan pukul 5 sore untuk melihat mereka menikmati buah-buahan tropis. Setelah itu, kunjungi tempat belanja di pasar malam yang berlokasi di sepanjang Jalan Sudirman. Kunjungi kios-kios yang menjajakan barangbarang kulit, pakaian, mainan dan film, sebelum menikmati makan malam di pusat jajanan Grand Tarakan Mall. Hotel Makmur yang terletak di tengah kota merupakan pilihan yang baik untuk bermalam.
DAY TWO
Bangunlah pagi-pagi agar dapat sampai ke Dermaga Tengkayu pada pukul 9 pagi untuk menumpang feri ke Tanjung Selor. Perjalanan ke Kalimantan Timur memakan waktu sekitar 90 menit, dan dapat membawa Anda ke masa lalu saat perahu mengarungi sungai yang ditutupi hutan bakau yang rimbun. Perjalanan ini membawa Anda menelusuri rupa pantai timur sebelum terjadi urbanisasi.
Perjalanan menembus waktu Anda berlanjut dari dermaga Tanjung Selor, selama 20 menit menggunakan mobil sewaan ke Desa Jelarai, tempat masyarakat Dayak yang merupakan penghuni asli daerah tersebut. Walaupun tidak menolak modernisasi, suku Dayak tetap menggunakan budaya dan bahasa mereka yang berbeda, yang langsung terlihat dari pola ukiran dan lukisan rumit yang menghiasi sebagian besar tempat tinggal mereka. Coba lihat gudang beras antik berupa gubuk kayu kecil yang dijaga orangorangan kayu yang berasal dari abad ke-19. Jika Anda beruntung, Anda dapat bertemu dengan sesepuh Dayak yang lengannya dihiasi tato dan bercuping telinga panjang.
Saat kembali ke kota Tanjung Selor, carilah cenderamata saat Anda mengunjungi Pasar Induk. Di sini, ada bagian yang dikhususkan untuk penjual dari suku Dayak yang sebagian besar berasal dari desa setempat yang menjual barang-barang khas dan unik, misalnya biji kopi dari hutan, topi manik-manik etnik, dan daging celeng.
Seluruh perjalanan ini sudah pasti membuat Anda lapar. Oleh karena itu, kunjungilah penjaja makanan di sepanjang sungai Tanjung Selor untuk mencicipi ayam penyet - ayam goreng renyah yang di’penyetkan’ terlebih dahulu menggunakan palu kayu untuk melunakkan dagingnya, lalu disajikan dengan sayur, ayam dan sambal. Habiskan makan siang Anda bersama jus jeruk yang baru diperas, maka Anda pun siap untuk melanjutkan eksplorasi Anda.
Tujuan Anda berikutnya adalah Museum Kesultanan Bulungan, sebuah rumah besar di pinggir sungai yang dihiasi meriam perunggu dan kerajinan kayu yang indah. Mewakili tahun 1800-an, saat daerah ini merupakan wilayah kerajaan semimandiri, artefaknya memberikan gambaran kehidupan saat sultan Bulungan memerintah.
Jangan tinggal terlalu lama. Jika cuacanya bagus, Anda masih dapat menyewa kapal motor dari dermaga terdekat, untuk menikmati sore hari di Sungai Kayan. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengakhiri hari yang menakjubkan dengan menikmati matahari tenggelam di atas kapal terbuka, dengan semilir angina sungai yang sejuk menerpa wajah Anda dan langit cerah di atas Anda.
DAY THREE
Saat Anda menaiki feri yang berangkat pukul 8 pagi kembali ke Tarakan, bayangkan pentingnya pulau ini yang memiliki cadangan minyak besar - yang bukan hanya memiliki kepentingan industrial dan strategis, tapi juga menyaksikan pertempuran antara Belanda, Jepang dan Australia sepanjang Perang Dunia II. Warisan zaman perang ini dapat ditemui di Museum Tarakan yang berada di tengah kota. Berlokasi di barak yang telah diperbaiki, museum ini menggambarkan masa lalu melalui foto-foto dan peninggalan militer yang antik. Jangan lupakan pedang katana milik petinggi militer Jepang, dan baling-baling kapal yang jatuh. Koleksi ini merupakan karya kurator museum, Dr. Rajiman, yang menjelajahi banyak lokasi pertempuran di Tarakan. Jika Anda meminta dengan sopan, Dr. Rajiman dapat mengantar Anda untuk mengunjungi beberapa tempat, termasuk tempat perlindungan dari serangan udara di Kampung Satu yang telah diperbaiki; atau bahkan landasan senjata di pantai utara Tarakan. Tempat paling menarik adalah bungker di pinggir bukit tempat Anda dapat menikmati pemandangan sekitarnya. Ada belasan lokasi serupa di Tarakan, tapi perlu beberapa hari untuk dapat mengunjungi semuanya.
Lanjutkan bayangan sejarah Anda sambil makan siang. Cobalah udang asam manis dan kepiting lada hitam di Rumah Makan Kepiting Saos, restoran makanan laut paling terkenal di kota ini. Lengkapi makan siang Anda dengan secangkir kopi dan pisang goreng di salah satu warung pinggir pantai di sepanjang Pantai Amal. Di sini, ditengah semilir angin dan deburan ombak, Anda dapat menikmati jam-jam terakhir Anda di Tarakan, jauh dari keramaian.
Kontak
Crown Hotel
14 Jln Kol Soetadji, Tanjung Selor tel: (0)552 22488
Grand Tarakan Mall
Jln Gajah Mada tel: (0)551 30222
Makmur Hotel
18 Jln Jendral Sudirman tel: (0)551-31988
Museum of the Bulungan Sultanate
Tanjung Palas, Tanjung Selor
Pasar Induk
Jln Pasar Induk, Tanjung Selor
Rumah Makan Kepiting Saos
24 Jln Mulawarman RT.64 tel: (0)551 24636
Tarakan Museum (Rumah Lengkung)
Jln Danau Jempang Kampung Bahru tel: (0)81 254 645 426
Transportation and guide services
Mr Bobby Kaeng tel: (0)813-466-40808
Warung Kopi Indra
5 Jln Yos Sudarso RT 7 Lingkas Ujung
This entry was posted on Friday, January 1st, 2010 at 12:00 am and is filed under Arrivals(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



