Reading
July 1st, 2010 by admin
Pahlawan-Pahlawan Lokal
Tokoh-tokoh favorit kita kembali lagi untuk bertarung. Namun sementara Harumi Supit melaporkan, perjuangannya menuju supremasi tetap dahsyat
PHOTOGRAPHY: SINARTUS SOSRDJOJO / JIWAFOTO.COM

Para penggemar setia komik-komik klasik Indonesia akan senang mendengar bahwa penerbit independen baru Pluz+ membuka bisnisnya untuk menerbitkan kembali komikkomik klasik pilihan dari tahun 1950-an hingga 1980-an dalam edisi kolektor. Cetakan-cetakan ulang mereka akan mengisi celah dalam pasar komik Indonesia yang sedang ramai.
“Masuk ke dalam toko buku di mana saja dan lihat kounter mana yang paling ramai. Pasti bagian komik,” kata Gienardy Santosa, salah satu dari empat pendiri, dari belakang kasir tokonya yang dipenuhi buku di mall Plaza Semanggi, Jakarta. Namun, katanya, komik-komik Amerika dan Jepang mendominasi rak-rak di sana.
Awalnya, tantangan untuk mendapatkan penggemar baru terlihat takterhitung banyaknya. Walaupun komik Indonesia adalah bentuk hiburan utama ketika negeri ini memiliki sedikit akses untuk televisi hingga tahun 1980-an, saat ini industri komik domestik mengalami kekurangan permintaan, dengan para pembaca yang lebih familiar dengan produk luar negeri seperti komik Jepang. Minky Lesmana, seorang pensiunan karyawan, terharu mengingat edisi-edisi lama dari masa kecilnya – namun ragu untuk membelinya untuk keponakan-keponakan kecilnya, takut mereka kurang tertarik.
Namun demikian, reaksi hangat terhadap produk-produknya telah mengejutkan Pluz+, yang diluncurkan oleh pendirinya sebagai hobi daripada bisnis. Dukungan yang didapat ternyata tinggi terutama untuk komik-komik yang berasal dari mitologi dunia wayang – yang menyentuh banyak aspek dari masyarakat Jawa, termasuk moral, dan dianggap memiliki nilai budaya dan pendidikan.
“Respon dari tamu-tamu kami selama ini spektakuler,” kata Benny Hadisurjo, yang rantai restoran Sate Khas Senayannya membawa judul-judul Pluz+. “Mereka tahu komik-komik wayang dari masa-masa muda mereka, dan dapat merasakan semangat kita yang dalam untuk mempromosikan kebudayaan Jawa.”
Di samping legenda-legenda wayang tentang dewa-dewa dan iblis, raja dan pengemis, Pluz+ juga menawarkan komik-komik populer di Indonesia. “Kami menerbitkan tujuh puluh persen komik wayang, tiga puluh persen komik biasa,” kata Gienardi.
Pluz+ membatasi kapasitas produksi menjadi kurang dari dua belas judul per tahun, namun memiliki proyek-proyek berharga dalam jangka panjang. Penerbit berencana menerbitkan versi bahasa Inggris cerita Mahabarata di tahun ini, sehingga komik wayang dapat dinikmati pembaca lebih luas. Ke depannya, mereka berencana melihat kembali fiksi sejarah dengan fokus pada kerajaan-kerajaan besar Indonesia seperti Majapahit dan Sriwijaya. Dengan film-film blockbuster seperti Robin Hood membuktikan bahwa legenda-legenda kuno merupakan dasar yang bagus untuk imaginasi, siapa tahu tahu ada petualangan menarik yang bisa ditelurkan.
TIGA KOMIK
Tiga komik Wayang yang direkomendasikan sebagai perkenalan:
Mahabarata oleh R.A. Kosasih dan Teguh Santosa
Sebuah karya Indonesia berdasarkan dongeng India tentang lima Pandawa bersaudara
Wayang Purwa oleh S. Ardisoma
Asal dari dunia wayang, termasuk kelahiran dewadewa
Ramayana oleh R.A. Kosasih
Legenda India tentang pertarungan epik untuk merebut kembali istrinya, diceritakan kembali dengan gaya Jawa
This entry was posted on Thursday, July 1st, 2010 at 12:00 am and is filed under Boardin Pass(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



