South Jakarta
July 1st, 2010 by admin
Menyusuri jejak trendi ibukota
Setiap akhir pekan, kaum trendi ibu kota berkumpul di daerah selatan. Rusmailia Lenggogeni menata rambutnya dengan gaya dan menelusuri Jakarta Selatan, wilayah paling keren di ibu kota

Anda pasti mengenalinya. Celana jeans ketat, kacamata Ray-ban Wayfarer, t-shirt distro dan topi fedora. Potongan rambut yang cenderung asimetris, dan perpaduan pakaian vintage dengan merek yang belum dikenal. Mereka kebanyakan bekerja di bidang periklanan, industri film atau media. Serta berprofesi sebagai penulis, desainer, seniman, pembuat film atau DJ. Mereka mungkin memiliki bisnis pakaian, butik, kafe, atau tergabung dalam sebuah band - mungkin malah semuanya. Satu hal yang menyatukan mereka adalah rasa kebanggaan dan kesungguhan yang membuat orang lain heran.
Apa pun pendapat kita mengenai mereka, ‘kaum eksis’ selalu berusaha mencari tempat paling keren untuk nongkrong – yang menurut sebagian dari mereka, malah merusak suasananya. Di ibu kota, tempattempat yang paling banyak disesaki generasi ini terletak di Jakarta Selatan. Lalu kami pun berdandan, tak lupa pakai gel rambut, dan memulai perjalanan ‘gaul’ kami sendiri untuk menemukan tempat-tempat unik dengan musik paling anyar di selatan kota.
Toko buku Aksara adalah pusat “pergaulan”, dan merupakan tempat paling tepat untuk memulai sore hari. Baca beberapa majalah keren sambil melihat ‘fashion show’ generasi eksis. Istilah “anak Aksara” kadang digunakan menggantikan “eksis” dalam percakapan. Di dalam tokonya, Anda akan menemukan harta karun: buku dan majalah pilihan berbahasa Indonesia dan Inggris mengenai seni dan desain, komik, alat tulis kantor, CD, piringan hitam, dan pernakpernik lucu. Aksara memiliki banyak cabang, tapi toko pertama di Kemang tetap merupakan tempat nongkrong favorit generasi ini.
Karyawannya pun adalah remaja trendi, yang sibuk mengatur daftar lagu di sound system. Cabang Kemang ini pun memiliki butik pakaian dengan merekmerek baru luar negeri, sekaligus outlet dari 707 yang terkenal. Nikmati santap pagi di Casa, restoran di lantai atas berdekorasi selayaknya rumah -maksudnya rumah yang pantas masuk majalah Wallpaper.
Berikutnya, potong rambut Anda dengan gaya emo (softcore punk) di Talents Salon untuk wanita, dan Cutbox Barbershop untuk pria. Talents Salon terkenal di antara para selebriti dan sosialita muda. Sementara Cutbox Barbershop, merupakan tempat kecil yang tersembunyi di wilayah sepi di Kemang dengan papan nama kecil yang menawarkan potongan rambut cepak dan gaya paku, serta gimbal dan serangkaian “pewarnaan yang ekstrem”. Selanjutnya, beli kamera Lomo di Lomography embassy store untuk mengabadikan tampilan baru Anda - dan mendokumentasikan kegiatan malam nanti.
Menonton film DVD dari Subtitle akan memberikan Anda bahan diskusi intelektual nantinya. Pada pandangan pertama, lokasi bawah tanah toko peminjaman DVD ini tidaklah terlalu menarik - tapi di dalamnya, Anda berada di surga film kaum eksis, yang menyajikan banyak pilihan film independen, asing dan cult movie. Karya-karya pembuat film kondang maupun yang kurang dikenal ditampilkan berdasarkan genre, kadang bersebelahan dengan film Holywood sejenis. Subtitles juga menyewakan ruang nyaman dilengkapi sofa empuk untuk menonton film bagi enam orang.
Lanjutkan perjalanan ke Ruangrupa untuk menikmati seni kontemporer. Terletak di area hunian middle class yang rimbun di Tebet, dan biasanya disebut Ruru oleh para penggemarnya, bangunan bekas rumah ini merupakan galeri seni paling keren di kota ini. Dijalankan secara nirlaba, galeri ini sering menyelenggarakan pameran seniman muda, sementara tokonya menjual barang-barang edisi terbatas yang dibuat seniman-seniman yang diundang.
Jika Anda ingin makan malam di tempat ramai, Sing! adalah tempat yang tepat. Meja-meja di restoran ini menghadap ke beberapa layar televisi yang memainkan video karaoke pilihan Anda, sehingga Anda dapat mengunyah pasta sekaligus menyanyikan lagu-lagu kenangan tahun 80-an untuk teman makan malam.
Setelah makan malam, nikmati minuman di 365 Eco Bar, lounge ramah lingkungan pertama di Indonesia. Untuk mengenalinya, carilah jam digital raksasa di tembok depannya. Di dalamnya, lounge kecil ini sangat keren dan modern, dihiasi rancangan interior bergaya industrial, dan para generasi eksis duduk di kursi bar yang terbuat dari bekas keranjang Coca Cola - semuanya siap menikmati lagu-lagu santai dengan latar belakang grafiti unik. Untuk menemui pengunjung yang lebih dewasa, kunjungi Shy Rooftop. Terletak di atas gedung kaca Papilion yang mutakhir, grup eksis, model, perancang busana, dan mereka yang masuk dalam daftar orang kaya biasanya mendatangi tempat ini untuk minum-minum - dan mengambil gambar mereka sendiri menggunakan Blackberry, untuk segera di-posting ke Facebook.
Jika tempat ini terlalu gaduh bagi Anda, ingatlah bahwa generasi eksis pun menyukai kopi. Namun, mereka tidak terlalu menyukai kopi waralaba asing. Mereka biasanya mendapatkan pasokan kopi malam harinya di Tornado Coffee atau Coff eewar, dua kedai kopi lokal di Kemang yang merupakan tempat membahas buku atau film asing yang sedang naik daun. Di sinilah tempat Anda memanfaatkan DVD yang tadi Anda beli. Kafe-kafe ini kadang menyelenggarakan pertunjukan musikus indie, atau malah obral buku. Para pengunjung tetapnya mencakup aktor film terkenal dan pekerja film lain yang sangat akrab dengan para barista ditengah kesantaian suasananya.
Setelah segar menikmati aroma kopi, tempat tujuan Anda berikutnya adalah pemutaran film blockbuster terbaru tengah malam di Pondok Indah Mall, tempat favorit para ibu muda dan remaja berkocek tebal. Atau tonton band indie kesayangan yang tampil di Rossi, terletak di ruko sederhana di tengah jajaran toko yang menjual keramik lantai, gorden, dan barang-barang rumah tangga lain. Lantai duanya kadang digunakan untuk pertunjukan band indie. Anda harus coba tanya kiri-kanan sebelum datang - acara underground ini sering kali dirahasiakan. Anda juga pasti bisa mengenali wajah-wajah yang sering terlihat di Aksara di pertunjukanpertunjukan ini.
Akhiri malam Anda dengan snack tengah malam di Aneka Bubur, salah satu dari sedikit restoran yang buka 24 jam sehari. Mungkin karena karpet-karpet yang indah untuk menemani acara makan, kaum eksis, setelah menikmati clubbing atau pertunjukan di Rossi, biasanya memenuhi restoran sekaligus toko karpet milik imigran Pakistan, yang tidak tergolong trendi, untuk mendapatkan sajian roti naan, kari dan bubur di tengah malam. Setelah itu, inilah waktunya pulang. Generasi eksis pun perlu istirahat.
KONTAK
Lomography Embassy Store
17 Jln Bumi, Mayestik, Kebayoran, tel: (0)21-739-5302 www.lomonesia.co.id
SHY Rooftop
5th floor, The Papilion, 45AA Jln Kemang Raya, tel: (0)21 719 9921, www.thepapilion.com
Ruangrupa
6 Jln Tebet Timur Dalam Raya, tel: 021-8304220 www.ruangrupa.org
Salon Talents
18-A Jln Kemang Raya, tel: (0)21-7194807
Cutbox Barbershop
14 Jln Kemang Utara
Tornado Coff ee
7/66 Jln Kemang Utara, tel: (0)21 719 5056
Coff eewar
15A Jln Kemang Timur Raya
Aksara
8B Jln Kemang Raya, tel: (0)21 719 9288, www.aksara.com
707
Tel: (0)21 718 0051, www.sevenohseven.blogspot.com
Casa
8B Kemang Raya, South Jakarta, Indonesia tel: (0)21 719 9289
365 Eco Bar
6 Jln Kemang Raya, tel: (0)21 719 1032, www.ecobar.co.id
Subtitles
City Walk, Basement #29-30, Dharmawangsa Square, 6-9 Jln Dharmawangsa, tel: (0)21 7278 8336, www.subtitlesgroup.com
Pondok Indah Mall
Jln Metro Pondok Indah
Aneka Bubur
123 Jln Radio Dalam Ujung, tel: (0)21 720 2224
Rossi
30 Jln RS Fatmawati, tel: (0)21 9266 5972
Sing!
f/X Mall, Level 3, Jln Jenderal Sudirman, Pintu Satu Senayan, tel: (0)21 2555 4228
This entry was posted on Thursday, July 1st, 2010 at 12:00 am and is filed under Arrivals(in). You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.



